sebuah pemikiran baru di mana kehidupan di nilai dari segi yang berbeda, pemikri kini tak lagi memikirkan yang terbaik dlaam pikiran nya, dan pikiran pun mulai memberikan ide yang kurang baik untuk sebuah pemikiran entah apa yang di beri dari sebuah tehnik pemikiran itu. peradaban kini mulai maju dari pesat nya kemajuan, ada yang tercipta tapi untuk menghancuran, ada yang di beri tapi meminta penghargaan, di mana kekacauan sudah berada saat aku lahir saat aku tumbuh, dan ketika aku beranjak dari hari ke hari bahkan ketika aku menghela nafas demi nafas, apa yang di pikirkan dalam hati apa yang terbesit dalam jiwa, hanya para durjana yang menghalalkan segala cara untuk kenikmatan dunia belaka, kita bukan mahluk yang di lahirkan di episode kemunafikan, kita bukan juga mahluk yang di ebsarkan oleh tangan- tangan yang mengagung kan kekuatan, tapi kita adalah orangyang di lahirkan dan di besarkan di tanah di mana kehidupan hanya bisa di lihat dari hati atau mata orang buta sekalipun. ada banyak yang sudah terbalik dari episode kehidupan ini ayah tak kenal siapa anak nya dan anak pun banyak tak mengenali ibu bapaknya, saudara yang berangggapan musuh terbesar nya adalah saudaranya sendiri, dari mana sekenario itu hadir ??? timbul berbagai macam pertanyaan yang tak ada jawabannya!!, siapa yang bisa menjamin setiap kehidupan itu bisa berakhir dengan sebuah ending yang indah ???? adakah yang akan memberi plakat kehormatan ketika kita mulai menua dan perlahan menutup bola mata kita??? semua itu hanya bisa ktia raba dalam hati atu hanay bisa di lihat dari mata si buta .
seperti kemarin aku melihat ada yang berteriak perncuri tapiialah pencurinya, ada yang membunuh dan menuduh orang yang membunuh, atau ada lagi yang lebih kejam dari kehidupan ini, ibu yang membiarkan bayinya terlantar di dalam kubangan emas tahta dunia, tanpa mengakui sebagai anaknya, bukan segelintir orang, tapi ada lebihdari ratusan bahkan ribuan, mugnkin jgua jutaan. di mana sang ayah yang di ciptakan menjadi tiang keluarganya, di maa ibu yang memberikan susu untuk nya, di mana semua yang selalu berkata ini untuk keadilan, untuk kebenaran, untuk kebaiakan, jiak semua itu masih terjadi di episode karya fiksi belaka, masih banyak orang yang sikopat yang berhati manusia, atau para binatang yang bernurani ibu, tapi tak banyak juga yang sebaliknya, takdir perempuan itu ada tanpa harus meminta wanita sudah mendapatkan syurga nya dengan sendirinya, jika ia benar melakoni peran sebagai wanita, tapi jika membuang anak yang baru di lahirkan nya apakah ia pantas mendapatkan syurganya itu ??? atau para ayah yang sudah di jamin keindahan dua alam nya, dunia ini milk para ayah. dan akhirat itu juga milik para kaum adam, tapi sekali lagi jika sang ayah berlaku kejam melebihi sikopat apa kah pantas dia mendapat keindahan itu???
"lebih baik hidup berkalang noda dalam kebersihan hati, daripa hidup dengan keindahan namun berkalang dengan sejuta kotoran yang melekat di setiap jengkal nafas dan diri ini ". semua itu punya fase tersendiri, ada baik ada buruk ada benar ada salah, ada mati ada yang hidup, ada yang sakit, ada yang sembuh, tak pernah terpungkiri mantra - mantra sakit itu hingga kini .
"demi masa sesungguhnya manusia kerugian. melainkan yang beriman dan yang beramal sholeh, ....(al -asrh) da perkara yang terkadang kita dapat tanpa kita sadari dan setelah hilang barulah kita menyadari apa yang kita dapat, jasad ku ini tak lebih dari seonggok daging yang melekat di kotoran yang hina, sungguh sedih aku melihat daging yang menempel ini seperti tak ikhlas ia menjadi tubuhku, diapa di mana dan kapan aku tak tau , kamu jgua tak kan tau. ......
aku akan mati dan kemudian pergi tak ada yang bisa menghalangi, besok mungkin giliran dirimu, yang pergi kemudian mereka , dan akhirnya kita semua akan pergi ke suatu tempat di mana kehidupan itu baru di mulai, yangkita rasa saat ini bukan hidup, dan juga bukan kematian, karna kita di sini hanya bisa berpendapat dan berfikir. "setiap mahluk yang berharta itu harus ingat, kehadiran kita di bumi ini ibarat tamu, dan harta yang kita miliki tak lain dantak lebih dari pada pinjaman sementar, pada kahirnya cepat atau lambat tamu itu akan pergi dan cepat atau lambat juga pasti pinjaman itu haruslah di kembalikan "(ibnu mas'ud) sapa yang bisa menyangkal kedatangan saat itu, sapa yang bisa menghentikan kala itu, siapa yang bisa membeli nyawa untuk tetap bertahan hidup................?????
jawabannya yang jelas bukan aku, buakn kamu, bukan dia , bukan mereka dan bukan semua nya................
"pergerakan adalah pelaksanaan dari sebagian dari kata -kata"( aku)
"jika terlambat bukan berarti terlambat, akan tetapi itulah tepat waktu sesungguhnya"(aku)
"orang yang tak sempurna hidup nya bukan orang yang tiada organ tubuh, melainkan para orang yang bertubuh lengkap" (aku)
"hidup itu ibarat rokok dan kematian itu ibarat asbak nya" (aku )














5:40:00 AM
Muhammad Abdillah Asmara


0 comments:
Posting Komentar