Sebelum ada mentari yang kulihat di bulan ini ingin ku tuliskan isi hati yang tak begitu istimewa ini tapi ini sekelumit kisah terindah dalam hari yang indah dan bulan yang indah dalam hidup dalam nafas juga dalam hatie yang indah , ah malam yang indah ku mulai dari satu tapakan kaki yang berniat dan bukan bernafsu suara adzan magrib berkumandang dari seluruh arah suara yang melengking keras dari sela-sela kota yang seakan hening sejenak seperti ada panduan untuk berhenti, begitu juga aku sekejab terdiam dari gerak ku dan diam ku, begitu indah “ la illa ha illallah “ ku dengar akhir suara itu mendayu lirih. Ku lafaskan bibir ini untuk menyambut hari esok dan bulan baru bulan yang begitu ku tunggu dan selalu harap untuk bertemu dengan bulan kesayangan ummat ini “ ahlan ya khirun ayyam, ahlan bika, “ satu kalimat panjang yang terucap tapi tak terasa air mataku tertetes membasahi kulit ari yang ada di mukaku, “ allah ijinkan aku mendekat kepadamu lebih dekat dari urat nadiku sekalipun” dalam rintih aku berdo’a untuk jiwa yang tak ada arti ini, perlahan aku berdiri untuk sholat magrib
Terbentanglah sajadah yang begitu indah untuk sebuah hamparan sujud tak bisa di pungkiri dalam keasyikan yang tiada banding, tunduk bukan berarti hina tapi syahadat kesaksian patuh pada perintah, ruku’ bukan mengharap tapi ketakutan yang sangat mengingat diri yang hina , setiap gerak yang indah dalam mainan syair yang begitu indah tak ada banding di jagat raya ini mungkin tak ada bahkan penyair ulungpun tak kan mampu menyamainya, salam dan solawat tercurah bukan mengiba tapi memuji dan memuja larut aku dalam hening sejenak
“ buzz” suara dari computerku berbunmyi, setelah bermunajat singkat ku hampiri computerku yang sedikit lusuh karna jarang di bersihkan
“buzz” ku pulangkan sapaan itu,
“ siapa ini “ tanyaku pada orang yang di sebrang sana
“ assalamualaikum , ini siapa yah” dia balik tanya
“ waduh gusti, orang tanya kok malah balik tanya” sekali lagi aku penasaran dengan orang ini
” ente dapat id ane dari mana “ sekilas tertulis di media chat ku, wah ini ngak benar pikirku
“ wah salah orang kali, mana ada id lo di sini mungkin saja lo yang nge save id gua “ lantas aja aku bicara langsung, karna sedikit banyak aku juga tersinggung heheh padahal iseng
” ente di mana ?” sebuah tanya yang seakan malas aku jawabnya tapi tak apalah ngeladeni orangkan dapet pahala wkwkwk,
“ di rob’ah , emang ini siapa sih, ce pa co?” timpalku lagi
” owh, situ cowok ya” jawabnya singkat
“ iya iyalah “ jawabku langsung karna sedikit banyak senang sekali kalo sudah ma cewek chat nya,
“ kamu di mana ?” kembali ku tanya seseorang yang memakai id bernama la_nehh itu
“ ini di h-7, nama situ sapa sih ?” ini judulnya saling tanya nih, pikirku dalam hatie enak nya di kibulin sekalian ntar minta maaf kan besok mau puasa
“ massa ngak kenal ma gua“ jawabku sok mantep kayak orang terkenal saja
“ o0o0, tapi aku kok ngak tau sama ente ?” jawab nya singkat ,waduh gudti nih orang mau ngetes kesabaran atau apa yah, tapi sekali lagi dah ngak usah di pikirin terus ntar gua yang pusing, mending gua ikutin aja paa katannya,
“ wah lo payah lu, mungkin kamu salah satu penggemar rahasia gua , udah ngaku aja ?” ledekku
“ oooooo trus” cuma gitu balasannya
“ ya nama lo spa yah kok bisa masuk room gua “ tanyaku lagi,
“ coba tebak “ malah ngajak maen kucing-kucingan ternyata dia,
“ siti,....” jawabku sekenanya” lama tak ada balesan dari nya ku tulis lagi
“ kamu siti yah ?” ting tanda pesan masuk
” bukan “, “ lah kalo gitu siapa ini bunga, umie, rahma, atau siapa sih “ kini aku udah ngak sabaran lagi heheh niat mau maenin orang malah di maenin,
“ pernah satu bagian sama kamu?” gambarannya
“ ooooo kamu siapa nama kamu” dengan tambahan J sedikit seperti sudah kenal lama aja padahal taupun tidak,
“LA’” jawabnya sambil menyebutkan namanya
“ LA’..” mungkin setengah jeritan kalo aku bersuara untung chat ngak ngeluarin suara, “ mang kamu siapa ?” tanya nya lagi, mungkin mengira aku kenal
“ massa kamu ngak kenal, katanya kamu pemuja rahasia aku?” rayuan gombal pun keluar,
“oooo terus”, “ iya katanya kamu udah ngefans sama aku dah lama udah jujur aja biasa aja kok” sedikit PD aku nyalahin dia
“ iya iyah” setengah tak percaya aku menelan minum ku ini orang seakan meremehin aku bener sih pikirku
“ cabeee deeeehh” jawabku kesal “ kamu dapat id ku dari mana ?” nanya lagi dianya, padahal udah ngak mau aku ngeladeni orang kayak gitu ya allah bantu hambamu,
“ ya dapet dari internet lah massa dapat dari tong sampah” ledekku kali ini ngak kalah seru “oooo massa sih di net ada id ku ?” tanya untuk kesekian kali, munghkin sebagai tanda perkenalan biasa aja kalie,
“ iya iyalah, akukan googleJ” jawabku spontan sambil ketawa sendiri,
” tya’ i love you” jeritku seketika baru sadar dari semua itu, karna pikiran ku tertuju dengan sebuah nama yang ku kenal beberapa bulan lalu pada sebuah pernikahan teman abang ku, namanay opie’ juga
” eh, sory” ku kirim lagi pesan, mungkin ntar salah orang pikirku,
”biasa aja kalie” jawabnya,
“ eh boleh nanya ngak ?” tanya ku, beberapa detik ngak ada balasan ku kirim sebuah buzz lagi deh pikirku
“ yups mau tanya apa ?”
“ kamu yang kemaren panitia di pernikahan k’ oom kan ?” tanya kau agar memperjelas siapakah yang berbicara padaku saat ini
” yups, emangnya kamu juga panitia waktu itu ?” sepertinya menyelidik diri ini
” pasti, massa kamu ngak ingat “ jawabku sambil mengolah bahasa seperti udah kenal, padahal kalau memang orang yang ku ajak bicara ini dia lah orang nya aku sanagt kenal, dari setiap gerak, tingkah dan laku juga kebiasaan, maklum setelah acara pernikahan itu aku menjadi sanga pemuja rahasia, karna aku ingin mengenalinya dari sudut mataku yang paling jauh sekalipun, sampai aku mendengar kabar dari seorang teman kalo dia sudah ada yang khitbah, tapi aku waktu itu ngak ambil pusing karna prinsip selagi janur kuning belum melambai itu berarti masih milik bersama bukan , “ yups “ jawabku singkat,
“ berarti ini bang adi” jawabnya jelas
“ apa kabar bang?” tanya nya
“ sehat kok kamu langsung kenal ma aku ?” tanya ku penasaran
“ iya iyalah bang siapa lagi panitia cowok yang sebagian ma aku kecuali bang adi” jelasnya,”o0o0o0o” hanay kata itu saja yang terucap” bang lagi sedih yah?” tanay lagi” ngak kok, emang kenapa “tanya ku lagi
” ngak tapi status nya seperti sedih sekali bang “ dia mempertanbyakan statusku yang ku bikin sedikit agresif
“ mengapa aku harus bersedih dalam kebahagian nya seharusnya aku tersenyum” begitu kurang lebih isinya
“ lagi di putisin pacar bang, apa ada yang lagi di taksir “ sindirannya pada ku
“ cerita bang sapa tau LA bisa kasih solusi” timpalnya lagi, malam semakain beranjak jam sudah menunjukan pukul 11.30 wk, jalanan pun teerlihat sepi dan sunyi, allah hati ini gundah dan gulana, slaahkan hambamu ini jika mengucapkan isi hatie yang terpendam, hinakah hambamu ini jika mengatkaan yang sejujurnya panjang aku bermunajat, akhirnya dengan bismillah aku memberanikan diri untuk berkata
“ iya LA’, abang lagi ada cerita sedikit nih” ujarku membuka alur baru
“ tapi LA apa ngak ngantuk besok kan mau sahur “ kataku “ iyah bang tapi ofie’ juga lagi ngak bisa tidur gelisah terus udah dua hari ini “ rengek nya
“ cerita aja bang “ pintanya, akhirnya aku mulai cerita itu
“ gini LA ada seorang yang mencintai dua orang cinta cinta yang satu nya sudah tiada dan walau pun ada tapi tak di anggap lagi dalam hatie nya” ku mulai menceritakan isi hati ku
“ trus bang” pintanya lagi
” nah gini LA dia ini sudah lama banget naksir itu cintanya tapi ngak berani berbicara hanay bisa memandang dari kejauhan yang tak jelas artinya “ lo kok bisa sih , tembak aja bang “ pungkasnya
“ LA gimana mau nembak bicara aja ngak berani” jawabku
” lah terus gimana, kirim surat kek atau lewat teman dekatnya aja” LA seakan memberikan solusi pasti buatku, tapi seandainya dia tau kalo dia yang di tuju pasti dia tak kan ngomong seperti ini
” iya LA tapi menurut kabar dari teman cintanya itu sudah ada yang khitbah “ ku persempit pembicaraan ini agar mudah tertuju
” yee abang ngomong aja sekarnag itu pilihan nya mau ngomong, apa hanya di simpan dalam hati, kalo yakin udah istikhoroh belum ?” tanay lagi
” udah LA, kalo abang pake surat gimana yah?” tanya ku balik,
” bagus juga tuh bang “, coba kamu lihat deh isi suratnya “ timpal kulangsung padanya
“ gimana isi suratnya bang” lama tak ku balas pertanyaan itu karna aku lagi khusyuk menuli sebait kata hati yang ingin ku ucapkan dengan nya “ hari ini aku masih menghirup nafas dari udara yang meluas ke seluruh sudut sisi seperti aku selalu mengingat mu, hari ini juga aku masih melihat ke segala arah sama seperti aku selalu melihat mu, dan hari ini juga aku masih berbicara, tapi sekali lagi yang ku bicarakan itu tak lain adalah dirimu, memang aku munafik hanya melihat dari kejauhan ku bukan berarti aku tak berani tuk berkata sungguh tak ku rasa aku menghirup udara ini karan aku terlalu hina untuk menghirupnya, juga seharusnya aku tak usah melihat isi dunia ini karna aku memang tak pantas untuk melihatnya, apalagi untuk ku berbicara tak pantas aku membicarakan dikau selalu dalam nafas ku dalam terjagaku juga dalam tidur ku, dalam setiap helai garak dan gerik ku sekalipun, tapi. apakah salah jika aku ingin berkata tentang hati yang gamang dan bimbang ini, jikalau aku boleh meminta padamu aku ingin berkata “IJINKAN AKU MEMPERSUNTINGMU” enter ku kirim surat yang berisikan tak jelas tapi pasti artinya, lama tak da balasan dari seberang sana harap-harap cemas ku tunggu jawabannya
“us bang” hanya itu
“ tapi bang siapa sih ce itu PD amat hingga abang begitu kesemsemnya “ satu pertanyaan yang akan aku ucapkan dengan jujur dan serius
“ kamu mau tau siapa wanita itu LA’ ?” tanya ku memperjelas permintaan nya “ yups “,” itu kamu LA” jawabku singkat.














7:02:00 PM
Muhammad Fathoni


0 comments:
Poskan Komentar