sudah sampailah kita di ambang batas...
hanya ada 2 pilihan berat yang harus di pilih...
kembali dengan muka tertunduk...
atau maju sebagai pejuang....
dulu kita hanya terdiam saat nuansa ini mengusik pikir....
dan kita berlalu melewati masa...seakan semua tak berarti dalam hidup....
namun nurani mengatakan sebaliknya....
sungguh begitu dilematis persepsi yang tercipta...
kini paradigma itu semakin kacau...
semakin terasa menyesakkan hati dan pikiran...
semakin ramai,,,semakin hati berontak...
ketentraman dan ketenangan hanya menjadi mimpi di negeri ini.......
tidakkah kalian merasakan hal yang sama...
namun apa daya jika aq sendiri di sini...
dunia memang sudah berubah saudaraku...
tapi jangan biarkan diri kita ikut berubah....
seperti mereka yang hasut dan saling menyalahkan...
memperebutkan hitam hingga menjadi bangkai....
mereka terlalu haus akan harta dan kekuasaan...........
hingga mereka tak menyadari...
bahwa mereka meminum darah saudaranya sendiri..........
saudaraku....
kita sudah sampai disini...
pantang bagiku untuk pulang....
ikutlah bersamaku ...
berjuang dan berkorban seperti dulu....
setidaknya kita sudah berbuat sesuatu untuk negeri ini....
tidak hanya diam berpangku tangan...
dan menunggu mati...
hanya ada 2 pilihan berat yang harus di pilih...
kembali dengan muka tertunduk...
atau maju sebagai pejuang....
dulu kita hanya terdiam saat nuansa ini mengusik pikir....
dan kita berlalu melewati masa...seakan semua tak berarti dalam hidup....
namun nurani mengatakan sebaliknya....
sungguh begitu dilematis persepsi yang tercipta...
kini paradigma itu semakin kacau...
semakin terasa menyesakkan hati dan pikiran...
semakin ramai,,,semakin hati berontak...
ketentraman dan ketenangan hanya menjadi mimpi di negeri ini.......
tidakkah kalian merasakan hal yang sama...
namun apa daya jika aq sendiri di sini...
dunia memang sudah berubah saudaraku...
tapi jangan biarkan diri kita ikut berubah....
seperti mereka yang hasut dan saling menyalahkan...
memperebutkan hitam hingga menjadi bangkai....
mereka terlalu haus akan harta dan kekuasaan...........
hingga mereka tak menyadari...
bahwa mereka meminum darah saudaranya sendiri..........
saudaraku....
kita sudah sampai disini...
pantang bagiku untuk pulang....
ikutlah bersamaku ...
berjuang dan berkorban seperti dulu....
setidaknya kita sudah berbuat sesuatu untuk negeri ini....
tidak hanya diam berpangku tangan...
dan menunggu mati...














12:30:00 AM
Muhammad Abdillah Asmara


0 comments:
Posting Komentar